a winda to the world......

Just a thought....

Blog EntryWho viewed you?Aug 6, '08 12:12 PM
for everyone

Thanks to anyone who came by and viewed my humble or rather dull and almost empty sleepy site. Maaf belom sempet update or posting or doing anything to bring this site back to live... Gemblung pisan ya!

Maaf juga buat yang gak sengaja atau sengaja ter-ampiri (ini officialnya kata dari boso Jowo gitu lho) tapi juga gak tersempati beranjangsana dan berhaha-hihi... nyuwun sewu lan pangapunten... maaf nggih...

Something weird happened to me: saya gak merasa log-in tapi status saya kok logged-in? tahunya? saya lagi buka search results dari google on some blogs tentang salah satu tourist destination dan taulah saya kalo ternyata saya teh lagi on!, padahal saya tahu banget kapan saya log-out: selalu setiap kali saya log-in!  Entah apa aktifitas si 'windakelly' yang me-login account saya tanpa saya --si pemilik-- tahu, yang saya gak tau apakah ini kejadian pertama atau? I'd no idea what on earth happened... I thought I've already installed a good internet protection software in my PC. Ihiks... Yen dipikir-pikir apa perlunya gitu lho..... Shed a light on me... Anyone?

 

 

 


Blog EntryNyonyah slash AmahDec 11, '07 12:35 PM
for everyone

Lagi di taxi bawa anak saya yang paling gede, tiba-tiba Uncle taxinya tanya: 'Where he from?' sambil menunjuk anak saya. Weleh, here we go again! Basi deh! Saya tau apa ujung-ujungnya pertanyaan ini. Seikhlasnya saya jawab: 'I'm from Indonesia.' Not you! Him! Where he from? Waduh, ini Uncle, lha mbok sing selow gitu lho.... Yo wis, saya jawab aja: 'Well, since he came from me, that made him an Indonesian too'. Hayoh siah, sok mo ngomong apa lagi. 'Father Ang Moh, hahh? European, hahh?'. Ngangguk aja deh, toh saya gak punya kewajiban ngasih penjelasan apapun ke dia. 'See, I know, I know!'. Yah, apa kata lo dah... Jangan-jangan dia emang belagu budeg waktu denger anak saya referred to me as Mommy.

Resiko jadi orang Indo di negeri Singa, bawa anak gak ada tampang Jawa kayak emaknya, pasrah aja deh disangka Amah, lha wong negara kita pengekspor tenaga amah tertinggi di samping Philipina. 'From Indonesia? Your boss local or Ang Moh (bule)? You like working here? Your boss nice?'. Lagi-lagi Uncle taxi yang nanya begitu, aduh, gak liat apa nih perut lagi buncit hamil 8 bulan? Mana ada amah boleh hamil? Wis, sabar... sabar...

Sekarang lagi gak hamil gini, saya lebih rentan pada 'penempelan predikat amah secara paksa' by taxi drivers or security guards. Don't get me wrong, it's nothing bad for being an amah, mereka itu pahlawan devisa lho! Kalo gak ada mereka di sini, saya juga bakalan nangis bombay abis! But the fact that I was denied as de facto Mum for my own kid, oh, it hurt dehh...

Makanya satu teman yang punya situasi seperti saya (punya anak yang tampangnya gak mirip emaknya) pernah bilang: That's why, Winda, I refuse (!) to live home without my make-up on, so I won't be mistaken as my son's nanny! Dulu saya cuma nyengir waktu dia bilang gitu, I don't think make-up as solution to this problem. Bergaya keren juga bukan jaminan, lha wong amah-amah itu bisa dandan keren kok on their day-off. Nyonyah kalah!

Btw, peduli amat kalo yang nyangkain saya sebagai amah itu para uncle taxi dan security guards, mungkin mereka cuma bisa menyamaratakan kalo kami yang dari Indo ini ya pastinya amah. Yo wis, sing ikhlas...

Tetaaapppppiiii..., ceritanya dua tahun lalu waktu kita pindah rumah saya juga pindahkan playgroup anak saya. Hari pertama saya nemenin dia di kelas, heran kok para guru itu pada gak friendly ya? Saya simpan kebingungan saya di dalam hati, saya ingat hari itu saya pake capri dan polo shirt -simple, casual deh judulnya-, no make-up of course, karena memang saya gak pernah makeup-an, repot.... No teachers were friendly to me....oooo-kkeee...fineee...., sampe akhirnya saya started satu conversation dengan salah satunya yang at least masih mau bales senyum saya, satu kesimpulan saya, wah, she's ok niy. Lupa apa percakapan kami, tapi saya inget banget waktu dia tanya: 'So, when is the Mommy coming?'. Oh, thank you! Now I know! Pantesan gue dikacangin... Menghela nafas dalam, senyum manis and so proud saya bilang: 'She's here...You're looking at her right now...' Merah padam dia bilang sorry berkali-kali, saya bilang masih sambil senyum: 'No worries, I got that a lot....' . Anak saya cuma sekolah dua minggu di situ, bukan karena emaknya disangka pembantu, tapi karena saya sadar di sekolahnya yang lama punya kurikulum bermain dan belajar yang bagus serta jelas. Jauh dikit gpp, toh anak saya seneng naik school busnya. Jadi asli, sumpeh, no hard feelings... at all.

Nah, panjang kan daftarnya, ada taxi driver, security guard, plus ibu guru. Hey, did I mention stall owner at Tekka Market? She even asked me how much my salary was. Duhh....

 


Blog EntryHutang. Ah, bukan kok....Dec 10, '07 9:52 AM
for everyone

Suatu siang, saya sempet mencuri waktu buat rileks sebentar for 'a little me time'. Pikir-pikir boleh dong saya memanjakan diri sedikit dengan menikmati facial treatment. Wah, nikmat juga... ada alunan musik yang seolah membawa saya ke sebuah pegunungan yang hijau dan perawan, hanya terdengar gemericik air dari sungai yang kecil, serasa saya pun mampu mencium embun yang masih basah di dedaunan... Weleh...

Nyaris tertidur karena saking enaknya, saya terkaget sedikit waktu therapist saya bertanya: 'Wah, pigmentasinya banyak juga, tapi aneh, jerawatannya kok cuma di satu sisi ya?!' Tanpa buka mata saya jawab, 'Kalo jerawat yang menghuni satu sisi muka saya, itu memang selalu terjadi pasca melahirkan dan saat menyusui sampai masa yang saya nggak tau (soalnya jerawat itu selalu hilang kalo saya lagi hamil - dan empat tahun terakhir ini kalo saya nggak lagi menyusui ya lagi hamil judulnya! ), nah, kalo pigmentasinya itu saya dapet cuma dari kehamilan yang terakhir'. "Wah, kamu harus bilang dan selalu ingatkan anak kamu tuh soal pengorbanan kamu demi mereka'. Dengar itu saya cuma tersenyum.

Pengorbanan? Saya tidak merasakannya sebagai pengorbanan. Saya juga tidak berpikir bahwa anak saya berhutang pada kami orang tuanya. Bagi saya ini adalah kewajiban saya sebagai manusia yang mengemban judul sebagai orang tua. Waktu saya memutuskan untuk jadi orang tua saya sudah aware akan segala tanggung jawab yang mengiringinya, saya memohon kekuatan dan petunjuk yang Maha Kuasa di atas sana agar saya senantiasa diberikan kelapangan dan keikhlasan serta kemudahan menjalaninya. Menjadi orang tua itu ibadah. Anak saya tak berhutang sepeser pun pada saya. Mereka bertanggung jawab atas generasi berikutnya, mereka akan mejalani peran yang sama kelak bila mereka memilih jalan hidup seperti kami -menjadi orang tua-. Anak tak bisa memilih siapa yang bakal jadi orang tuanya, tanggungjawab kita untuk memberi rumah yang 'kokoh dan baik' sekali kita memutuskan untuk menghadirkan satu nyawa baru ke dunia ini.

Saya masih belajar jadi orang tua, masih semester satu... saya bisa melihat saya akan jadi mahasiswa abadi di sini....

Pigmentasi? Muka jerawatan? Love handles di pinggang kanan dan kiri? Nothing bothers me at all... I love being a student of the Parenting University. Saya sering tidak tidur pas ada mata kuliah Kesehatan: anak demam tinggi, dan segala sakit yang bikin hati khawatir. Mata kuliah Kedisiplinan: anak sudah mulai nunjukin strong personality. Saya nggak tau jurusan apa yang saya ambil, kayaknya kok semua mata kuliah wajib hukumnya di kampus ini, hehehe... But I also enjoy every minute of those rewarding moments: first smile, first word, first step... aduh, banyak lagi first-first yang lainnya. No word can describe my feelings when I hear my sons say: 'I love you, Mommy.... So much!' Aduhhh.....

Sekali lagi..., saya baru semester satu.... saya masih akan ketemu kejutan-kejutan baru lagi di tengah jalan nanti. Semoga saya cukup kuat lahir dan bathin.

 

 


Blog EntryMales apa sibuk?Dec 7, '07 2:02 PM
for everyone

Konon ceritanya kalo orang sibuk itu emang repot gak pernah punya cukup waktu buat ngerjain apa yang jadi kerjaannya, ato at least ngerjain hal-hal yang bagus gitu kalo dikerjain. Mohon maaf kalo selama ini saya nggak sempat berkabar-kabar, bukannya males tapi saya juga nggak bisa bilang atau bahkan mengklaim kalo saya seratus persen sibuk... Cuma kok yo embuh gitu ya..., rasanya kok gak kebagian waktu banget cuma buat sekedar buka, baca dan sekedar bales email atau kegiatan lain sejenisnya.

Karena niatnya mau nyempetin waktu buat nulis lagi (maksudnya biar lebih mengaktifkan otak yang sudah mulai uzur ini lho! ) akhirnya saya malah jadi gak bisa tidur walaupun mata sepet dan badan berasa penat, walhasil ya begini ini, ngaco gak karuan..., wis, ora nggenah!

Yo wis, tak coba tidur dulu deh.... Sapa tau besok saya gak males, eh, sibuk! Eh, apa ya namanya? Eh, embuh!

Good night, everyone!!


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help